Surat Cintaku Untukmu

Yaa Muhammad…khaifa haluk?
Hanya itu frasa Arab yang kutahu bisa mewakili kemampuan terbatasku. Pastilah engkau amat bahagia kini berada di sisi Sang Kekasih.

Tapi, bagaimana perasaanmu kepada orang-orang yang mencintaimu, tetapi telah lebih dulu engkau tinggalkan? Bagaimana perasaanmu kepada orang-orang yang mencintaimu dan belum sempat menjumpai sosokmu? Terhadap mereka yang masih menanam kerinduan teramat besar kepadamu hingga benar-benar mengimpikan perjumpaan denganmu..bagaimana perasaanmu, yaa baginda?

Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad. Allahu Rabbi, mohon sampaikan salam rinduku pada kekasih-Mu, Muhammad bin Abdullah.

Hari ini, beserta hari-hari yang lalu, aku selalu mengharapkan kehadiran sosokmu, baginda. Entah seberapa muluknya harapanku dan tak peduli jika akulah sang punguk yang merindukan rembulan. Besar sekali impianku untuk bisa menjumpai sosokmu, merasakan tenangnya bersamamu.

Sudah banyak kudengar teladan nyata yang engkau wariskan pada ummat ini melalui perjalanan panjang tiada terperi, pun penuh bahagia. Bagaimana engkau berlaku teramat dermawan, penuh kelembutan, bijak, tegas, penyayang, sabar, ah…Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakanmu, Muhammad. Betapa mulianya dirimu. Masyaa Allah. Tak satupun kejahatan yang kaubalas kecuali dengan satu hal yang lebih baik darinya.

Amat indah perangaimu, baginda. Dalam segala perihnya luka yang mengiris tajam, tak ada lagi yang mampu menandingi tangguh dan sabarnya engkau. Dalam segala bahagia yang membungkus indah, engkau jua lah yang paling pertama dan yang paling banyak membagikan kebahagiaan itu untuk menjadi nikmat yang dapat dirasakan ummat. Allahu akbar..sempurna nian utusan-Nya. Betapa ingin aku merasakan semua itu sendiri.

Lihatlah, Yaa Muhammad..
Aku kini adalah bagian dari ummatmu. Entah apakah aku memang benar-benar ummatmu yang pantas engkau akui. Aku khawatir jika bahkan aku tak pantas. Tapi aku berhusnudzan bahwa engkau adalah makhluk Allah yang paling bersih merasakan niat baik seseorang. Allah lebih tahu itu. Bagaimana dahulu aku lamat-lamat menapak pada ilmu agama yang menjadi risalahmu. Bagaimana dahulu aku berjingkat demi menggapai-gapai beberapa sunnahmu. Dan kini juga aku masih tertatih-tatih, terjatuh-bangun, timbul-tenggelam, dsb dalam menapaki jalan dalam jalan hidupmu. Dari semua itu, entah bagaimana aku selalu sering merasa lelah, jenuh, lemah. Padahal dengan penuh sadar kuakui bahwa apa yang sedang kujuangkan tidak pernah sebanding dengan apa yang pernah engkau lalui bahkan tanpa secuilpun lelah menyelusupi didalamnya. Bagaimanalah baginda, aku ingin engkau yang menasihatiku langsung sebagai utusan dari nasihat itu sendiri.

Ya Rasulallah, Muhammad..
Semoga Allah telah menyampaikan salam dan shalawatku kepadamu. Kelak, semoga Allah meridhaiku menghuni jannah-Nya dan dapat menjumpai engkau di sana. Aamiin aamiin aamiin ya rabbal alamiin.

Ya Rasuul, adakah engkau merinduiku dan ummatmu lainnya? Semoga iya. Aku  mengharap perjumpaan indah bersamamu.

Allah…telah Engkau jadikan Muhammad sebagai utusan penyampai agama-Mu atas ummat ini, bimbinglah kami untuk dapat terus memegang teguh tali agama-Mu dalam sunnah yang Engkau turunkan melalui Rasulmu, perjumpaan dengan-Mu dan Rasul-Mu adalah satu-satunya balasan paling indah bagi hamba-Mu yg bertaqwa. Semoga akulah satu dari sekian banyak hamba-Mu yang masuk dalam golongan bertaqwa dan mendapat nikmat pembalasan tersebut. Aamiin.

Yaa Muhammad…
Rinduku ini tertuju pada engkau. Terimalah rindu ini. Semoga aku bisa menjumpaimu. Semoga syafaatmu menjadi ridha Allah yg bisa mengantarkanku pada pertemuan denganmu dan Allah yang paling indah kelak.  Aamiin.
Bismillah.

@Butas361

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s