Senjaku pecah karena ia

Sudah kukatakan bahwa senja memang selalu mempesona. Laiknya subuh dan siang terik, keduanya sama indah, tapi ada aroma ketenangan hari yang menjadikan senja lebih mengesankan. Ada satu yang membuatku tak sebahagia biasanya saat menatap senja, ialah gemuruh kilat yg memecahkan alunan udara senja yg tenang. Meski pernah kubilang kilat bukan nada parau yang kadang memekakkan telinga, tapi aku kurang menyukai jika ia menampakkan dirinya diwaktu senja. Bahkan bukan hanya langit senja saja yang seolah terbelah pecah krn kilat, dasar hatiku yang tak berbilang jarak darinya juga mengalami hal yg sama. Peurih pisan 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s