Pandora.

Baru lepas beberapa hari aku keluar dr zona yg mengikat kita, malam ini aku justeru terpancing untuk ngepoin kamu. Walhasil, aku kembali jatuh. Untuk kesekian kali. Aku tak mengerti bagaimana untuk menghilangkan ini. Menggugurkannya. Mengaborsinya. Kejam tapi itu jalan tercepat. Sayang, aku tak bisa. Aku memilih menikmati naik-turunnya gelombang perasaan ini. Dan lihat! Betapa beruntungnya kamu. Kalimat2 kepasrahan ini hanya terbingkis untukmu. Tidak pernah kukirim. Tapi ia tetap hanya milikmu.

Hehe, sedikit romantis bukan ?
Bingkis ini seperti pandora. Bahkan dirimu tak kubiarkan membukanya. Dan orang2 tak pernah akan kubiarkan mengetahui kepada siapa ia tertuju. Kaulah pandoraku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s