Drama tanpa pentas

Sebab parangmu terlalu tajam
Bahkan untuk sebuah besi baja
Dan wujudmu begitu bak sang sahaja
Tapi tak lebih dari pelita temaram
Sejak saat senja ini tenggelam
Kau hanya meninggalkan deret cerita
Ikhlasku kan menjadi pusaka
Bagi serupa pagi yang menjelma malam

Telah aku ambil pilihan cerita diantara kita. Kudengar semesta tertawa. Barangkali mereka bahagia. Atau merasa juara. Karena aku hanya bisa menuliskan kisah sandiwara. Dan pertunjukkan tak sempat main di panggung drama. Sebab semua aku dan para pemain hanya imajinasi tanpa rupa nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s