Berguru Kepada Ummu Zainab ra.

image

Siang ini terasa teduh.
Atau, tepatnya terasa mendung.
Berpasang-pasang sepatu parkir damai di muka kamar. Hari ini memang akhir pekan yang mengistirahatkan dari kegiatan luar.
Di sini, dentang jamku merdu bernyanyi. Iramanya halus mengelus gendang telinga. Apik berkolaborasi dengan nada klasik piano mp3 yang syahdu. Semua menjadi harmoni, menemani aku yang menatap sayap kupu-kupu origami, sembari menekan tuts visual di layar seluler. Berkutat dengan kosakata, “Apa yang bisa kutulis?” Dan ini, tentang drama yang naik pentas.

Alkisah, muslimah shaliha itu kedatangan laki-laki paling mulia sepanjang masa. Ya, Rasulallah SAW datang kepada Zainab binti Jahsy untuk menikahkan dengannya putra angkatnya yg bernama Zaid bin Haritsah. Awal mula, Zainab menolak…tapi, penolakan itu tak berarti apa-apa hingga kemudian Rasulallah bersabda memerintahkan dirinya untuk menerima Zaid dengan turunnya ayat/perintah Allah berkenaan dengan urusan ini. Tak menunggu lama, akhirnya penolakan itu berubah jadi keridhaan dari Zainab kepada Zaid untuk menjadi suami-istri. Zainab meninggikan keutamaan menaati Allah dan Rasulallah dalam urusan ini. Padahal, sebelumnya Zainab tak memiliki satupun alasan pribadi untuk menerima Zaid. Dan atas nama Allah dan Rasul-Nya, Zainab binti Jahsy menjadi resmi menikah dengan Zaid bin Haritsah.

Apakah ujian ketaatan Zainab berhenti di sana? Belum. Rumah tangganya tidak harmonis. Hingga Zaid datang mengadu kepada ayahanda angkatnya tentang kabar yang tak enak ini. Rasulallah mengatakan kepada Zaid untuk mempertahankan istrinya. Namun, Zaid tak kuasa untuk tetap mempertahankan rumah tangganya bersama Zainab. Lalu, Rasulallah mengizinkan keduanya bercerai.

Apakah Zainab menyesali ketaatannya kepada Rasul karena kandasnya rumah tangga yang ia jalani atas nama Allah dan Rasul? Tapi Allah sudah menyiapkan yang terbaik kepada Zainab atas ketaatannya. Setelah masa iddah atas Zainab, datanglah kembali Zaid. Kali ini kedatangannya adalah untuk meminang Zainab. Tapi, pinangan ini bukan untuk dirinya melainkan untuk Rasulallah SAW. Ya, benar! Zainab dilamar Nabi Muhammad SAW! (Awwww so swiit)

Di saat itu Zainab hendak melakukan shalat meminta petunjuk kepada Allah SWT. Tapi, kemudian Rasul langsung menyusulnya ke tempat shalatnya. Saat itu juga keduanya telah dinikahkan oleh Allah SWT karena telah turun ayat Allah untuk perkara ini. Masyaa Allaah 💕

Allah memang Maha Romantis. Allah membayar ketaatan yang bulat dr hamba dengan kebahagiaan hakiki 😆😍. Nah, kini apakah ketaatan kita belum terasa dibayar oleh Allah? Tenang…Allah sebaik-baik penetap janji. Allah sudah menuliskan skenario dan waktu terbaik. Demikian juga dengan keingkaran kita 😰:'(. Allahu….semoga saja ketidaktaatan kita diampuni Allah SWT. Aamiin allahumma aamiin. 🌸

14.28 ; Butas361.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s