Tafsir: AL FALAQ

📆 Senin, 13 Muharram 1437H / 26 Oktober 2015

📚 QURAN DAN TAFSIR

📝 Pemateri: Ust. AHMAD SAHAL Lc.

📋 SURAT AL-FALAQ (Bag-1)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

📚 BUNYI SURAT

بسم الله الرحمن الرحيم
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb yang Menguasai subuh,

2. Dari kejahatan makhluk-Nya,

3. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

5. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

Surat Al-Falaq menurut pendapat yang lebih kuat adalah MAKIYAH yakni diturunkan sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah ke Madinah berdasarkan riwayat Kuraib dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
(At-Tahrir wa At-Tanwir, Muhammad At-Thahir bin ‘Asyur, 30/624).

📚 KEUTAMAAN

Disebutkan dalam beberapa hadits keutamaan surat Al-Falaq  bersama dengan surat An-Nas dan Al-Ikhlash, diantaranya:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُنْزِلَ، أَوْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَاتٌ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ: الْمُعَوِّذَتَيْنِ»

📌 Dari ‘Uqbah bin ‘Amir ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Telah diturunkan kepadaku ayat-ayat, tidak ada yang semisal dengannya: al-mu’awwidzatain. (HR. Muslim).

وَعَنْهُ قَالَ: أَمَرَنِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ

📌Dari Uqbah bin ‘Amir ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan aku membaca al-mu’awwidzat SETIAP SELESAI SHALAT.

(HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, dishahihkan oleh Al-Albani).

Al-Mu’awwidzatain adalah sebutan untuk surat Al-Falaq dan An-Nas, artinya dua surat perlindungan. Jika disebut mu’awwidzat, maka surat Al-Ikhlash masuk ke dalamnya.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: بَيْنَا أَنَا أَسِيْرُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بَيْنَ الْجُحْفَةِ وَالأَبْوَاءِ، إِذْ غَشِيَتْنَا رِيْحٌ وَظُلْمَةٌ شَدِيْدَةٌ، فَجَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَتَعَوَّذُ بِـ {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ} وَ {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ} وَيَقُوْلُ: يَا عُقْبَةُ، تَعَوَّذْ بِهِمَا، فَمَا تَعَوَّذَ مُتَعَوِّذٌ بِمِثْلِهِمَا. قَالَ: وَسَمِعْتُهُ يَؤُمُّنَا بِهِمَا فِي الصَّلاَةِ

📌 Dari Uqbah bin ‘Amir berkata:
Tatkala aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara Al-Juhfah dan Al-Abwa, kami dikelilingi oleh ANGIN dan CUACA GELAP yang dahsyat, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memohon perlindungan dengan Qul a’udzu birabbil falaq dan Qul a’udzu birabbinnas, dan beliau bersabda:

Wahai ‘Uqbah, berlindunglah dengan keduanya, tidak ada yang semisal keduanya yang dapat digunakan seseorang untuk memohon perlindungan.

Uqbah berkata:
Dan aku mendengarkan beliau mengimami kami dengan kedua surat itu di dalam shalat.
(HR. Abu Dawud dalam Sunannya, Syaikh Al-Albani & Syaikh Syuaib Al-Arnauth menilainya shahih).

Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan:

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيْهِمَا، فَقَرَأَ فِيْهِمَا ﴿ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴾ و﴿ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴾ و﴿ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴾، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ، وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

📌 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika MENUJU PEMBARINGAN nya setiap malam,
🔹beliau menghimpun kedua telapak tangannya, 🔹kemudian meniupkan kepadanya lalu membaca Qul huwaLlahu ahad, Qul a’udzu birabbil falaq, dan Qul a’udzu birabbinnas, 🔹kemudian beliau mengusap dengan kedua telapak tangannya seluruh bagian tubuh yang sanggup dijangkau, dimulai dari kepala dan wajahnya, serta bagian depan tubuhnya.

🔹Beliau melakukan hal itu tiga kali. (HR. Al-Bukhari).

Beliau juga berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِـ(الْمُعَوِّذَاتِ) وَيَنْفُثُ، فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ، وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا

📌Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika merasakan SAKIT, beliau membaca al-mu’awwidzat untuk dirinya dan meniup, ketika sakitnya bertambah berat akulah yang membacakannya dan aku usapkan tangannya (ke tubuh beliau) mengharap keberkahan tangan beliau. (HR. Al-Bukhari & Muslim).

📚TEMA SENTRAL

Tema utama surat Al-Falaq ini adalah…

    🔹🔹🎀🎀🎀🔹🔹
Bersambung ke bag-2, materi kajian MANIS sore nanti, insya Allah. Stay with MANIS..:)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

🌼Dipersembahkan oleh grup WA – MANIS – MAJELIS IMAN ISLAM 🌼

– Twitter: @GrupMANIS
– Web: http://www.iman-islam.com

📝 Pendaftaran: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s