MENAGIH HUTANG – 2

[21:36 29/10/2015] Ustd Harun: Bagian ke-2, sore hari.
👇👇💰💰👇👇
[21:36 29/10/2015] Ustd Harun: 📆 Jumat, 17 Muharram 1437H / 30 Oktober 2015

📚 FIKIH MUAMALAH

📝 Pemateri: Ust. RIKZA MAULAN, Lc., M.Ag.

📋 DEBT COLLECTOR DALAM PANDANGAN SYARIAH (Bag-2)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹 

🎀D. Boleh meminta jaminan terhadap orang yang berhutang.

Apabila diperlukan, sesungguhnya orang yang memberi hutang boleh saja meminta “jaminan” terhadap orang yang berhutang, berupa harta atau sesuatu yang dapat dijadikan sebagai jaminan.

Allah SWT berfirman:

وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ …

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang)… (QS. Al-Baqarah : 283)

🎀E. Memberi nasehat berkenaan dengan hutang, seperti berkenaan dengan keharusan membayar hutang yang bahkan seorang syahid pun yang semua dosanya diampuni oleh Allah SWT, ternyata khusus “hutangnya” tidak dapat diampuni oleh Allah SWT.

Kenyataan ini sebagaimana yang Rasulullah SAW sabdakan dalam hadits :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ (رواه مسلم(

Dari Abdullan bin Amr bin Asr ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni, kecuali hutang.” (HR. Muslim)

🎀F. Memberikan penangguhan waktu, apabila orang yang berhutang sedang mengalami kesulitan.

Yaitu misalnya dengan mereschedulkan kembali pembayaran hutangnya, pada hari, tanggal, bulan dan tahun yang jelas dan disepakati bersama.

Karena orang yang bermurah hati memberikan penangguhan pembayaran hutang terhadap orang yang sedang kesulitan, akan mendapatkan pahala yang mulia di sisi Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat disebutkan :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ لَهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ – رواه الترمذي
Dari Abu Hurairah ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menangguhkan hutang orang yang sedang kesulitan, atau membebaskannya dari hutangnya, maka Allah akan memayunginya nanti pada hari kiamat di bahwa naungan ‘Arsy-Nya, di saat tidak ada naungan melainkan hanya naungan-Nya.” (HR. Turmudzi)

🎀G. Mencairkan jaminan atas seizin orang yang berhutang, yaitu apabila orang yang berhutang memberikan jaminan dan telah jatuh tempo namun tidak mampu untuk melunasi hutangnya, maka boleh saja jaminannya tersebut “dicairkan” atas seizinnya.

Namun yang perlu dicatat adalah bahwa apabila jaminan tersebut dicairkan untuk melunasi hutangnya, dan ternyata masih terdapat sisanya, maka sisanya tersebut harus dikembalikan kepada orang yang berhutang tersebut.

Apabila selisihnya diambil oleh si pemberi hutang, maka justru pada saat tersebut, si pemberi hutanglah yang menjadi pelaku kedzaliman.

5⃣. Bahwa terdapat satu fakta yang unik, yaitu Rasulullah SAW tidak mau menshalatkan jenazah seorang sahabat yang memiliki hutang.

Dalam riwayat disebutkan, “Telah dihadapkan kepada Rasulullah SAW mayat seorang laki-laki untuk dishalatkan…. Rasulullah bertanya, “Apakah dia mempunyai hutang?”

Para sahabat menjawab, “Tidak”. Lalu Rasulullah menshalatkannya.

Kemudian di datangkan jenazah yang lainnya, dan beliau bertanya, “Apakah ia punya hutang?” Sahabat menjawab, “Ya, Rasulullah pun menyuruh para sahabatnya untuk menyalatkannya (namun beliau sendiri tidak).

Abu Qatadah berkata, “Saya menjamin hutangnya wahai Rasulullah”. Maka (barulah) Rasulullah SAW menshalatkan jenazah tersebut.” (HR. Bukhari)‏

6⃣. Orang yang memberi kan hutang, boleh saja mewakilkan orang lain untuk menagih hutangnya, misalnya melalui jasa debt collector.

Ketentuan bolehnya mewakilkan kepada pihak atau orang lain untuk menagihkan hutangnya adalah berdasarkan akad wakalah, dimana pihak yang memberikan hutang bertindak sebagai muwakil (yang memberikan kuasa) kepada pihak debt collector (wakil) untuk menagihkan hutangnya pada orang yang berhutang.

Dalam sebuah riwayat disebutkan :

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَرَدْتُ الْخُرُوْجَ إِلَى خَيْبَرَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : إِذَا أَتَيْتَ وَكِيلِيْ بِخَيْبَرَ فَخُذْ مِنْهُ خَمْسَةَ عَشَرَ وَسَقًا رواه أبو داود‏

“Dari Jabir ra berkata, “Aku keluar pergi ke Khaibar, lalu aku datang kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, ‘Bila engkau datang pada wakilku di Khaibar, maka ambillah darinya 15 wasaq.” (HR. Abu Daud)

Namun yang perlu dicatat dan digaris bawahi adalah bahwa orang atau pihak yang menjadi wakil dalam menagih hutang, haruslah memenuhi segala ketentuan dan etika sebagaimana di jelaskan sebelumnya, seperti:
🔹akad hutang piutang harus tertulis,
🔹tidak mengandung unsur bunga (riba),
🔹mengingatkan secara baik-baik apabila telah tiba masa jatuh temponya,
🔹menagih dengan cara yang baik dan sopan (berakhlaqul karimah),
🔹memberikan nasehat berkenaan dengan hutang piutang sesuai tuntunan syariah,
🔹memberikan penangguhan apabila orang yang berhutang benar-benar dalam kesulitan, dsb (silakan baca kembali poin 4 dalam tulisan ini).

Apabila debt collector bisa memenuhi semua syarat dan etika di atas, maka insya Allah akan menjadi debt collector syariah.

Sebaliknya apabila meninggalkan syarat di atas (misalnya hutang piutangnya terkait dengan bunga atau riba), atau mengabaikan faktor etika dan akhlak maka dengan sendirinya sudah tidak menjadi debt collector syariah.

Jadi apa anda berminat untuk membuat perusahaan yang menawarkan jasa “debt collector secara syariah?”

Peluang masih terbuka lebar.

Wallahu A’lam bis Shawab

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

🌼Dipersembahkan oleh grup WA – MANIS – MAJELIS IMAN ISLAM 🌼

– Twitter: @GrupMANIS
– Web: http://www.iman-islam.com

📝 Pendaftaran: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s