Lambaian Kontraktual Perpisahan

Saat ini menjelang dentang malam ke-12. Tergugu hati ini mendapati diri yang sungguh tidak bisa juga mensholehkan diri secara istiqomah. Remuk ketika penyesalan itu akhirnya menampar kesombonganku. Lumpuh seketika harapan ini thd upaya2 yg telah dilakoni.
Saat kau akhirnya daadaa-daadaa, akupun hanya mampu tersenyum lesu. Membuatmu menetap aku tak bisa, melepasmu aku tak rela. Kosonglah upayaku mengikat hatimu.

“Biarpun kau menyeru dengan seribu langkah berganda2, jika Allah justru kau sisihkan dari prioritas, kau hanya perlu menunggu waktu untuk menggigit jari dan menangis”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s