Since we are muslims, we are not a terrorist.

Mata dunia kini tengah memicing ke arah kita sebagai umat muslim. Tragedi di Paris adalah sedikit pembuktian bagi kita, kepada siapakah rasa kemanusiaan “dunia” itu tertuju. Sesiapapun yang mengaku mempunyai prikemanusiaan akan mengerti memilih sikap dalam pemberitaan tragedi Paris.

Banyak di antara kita berdebat, “Janganlah terlampau jauh meneropong masalah kemanusiaan di negeri seberang, bahkan negeri kita terlalu banyak masalah kemanusiaan yang tak tersentuh”. Di antaranya lagi berdebat bahwa keberpihakan rasa kemanusiaan dunia masih timpang. Lihat bagaimana Facebook begitu menaruh perhatian terhadap tragedi Paris dibandingkan dengan tragedi kemanusiaan yang telah berlangsung sedemikian lamanya (re: genosida) di Palestina. Facebook mengumumkan agar penggunanya menggunakan profile picture dengan latar bendera Paris. Lalu, apakah Facebook pernah memberikan perhatian sedemikian rupa terhadap tragedi di Palestina, Suriah, Lebanon dan negara lain yang memiliki korban konfliknya adalah muslim? Kita sepakat tidak pernah. Justru sebaliknya, seakan seluruh media dunia tak sedikitpun berminat melirik, apalagi memberitakannya.

Apakah hati kita berbisik “sesuatu” setelah mendengar komparasi ini?

Betul sekali. Saat ini mungkin pertanyaan yang sama berbisik dalam hati kita, “Apakah inikah tanda-tanda ketidakadilan dunia terhadap umat muslim?”

Sungguh, kemanusiaan yang sesungguhnya tak seperti itu. Keadilan yang sesungguhnya hanya berbicara keberpihakan terhadap yang benar. Bagaimana mungkin kita mengaku berprikemanusiaan ketika hanya peduli kepada sesama bangsa dan warna kulit, sedangkan enggan peduli terhadap mereka yang berbeda dengan kita… Bagaimana mungkin kita mengaku berprikeadilan saat masih saja memakai “kacamata buta”…

Inilah tamparan bagi kita. Untuk kita-kah label teroris itu termahkotakan? Padahal, muslim diajarkan untuk berlaku baik terhadap manusia, bahkan pula terhadap tumbuhan dan hewan. Entah makar siapakah yang menyudutkan muslim sebagai teroris. Dan entah mereka mengukur terorisme itu seperti apa dan bagaimana, sehingga selalu saja diidentikkan dengan umat muslim.

Bagaimana bisa bagi mereka halal penjajahan dan memasukkannya sebagai “kegemilangan sejarah”, sedangkan bagi kita haram sejarah para syuhada dan memasukkannya sebagai “kegelapan sejarah”?

Bagaimana bisa bagi mereka halal darah kita, sedangkan bagi kita haram darah mereka?

Dan masih sekian banyak pertanyaan “bagaimanakah bisa” lainnya lagi.

Dan semoga kita bukan pengikut jejak mereka. Karena Rasulullah SAW tak pernah mengajarkan demikian. Karena tujuan muslim yang sejati adalah keridhaaan Allah SWT yang tidak mungkin dapat diraih dengan menyakiti makhluk-Nya. Semoga kita dijauhkan dari fitnah dan sifat suka memfitnah. Aamiin yaa Rabbal ‘Alamiin. #prayforummah

Semoga Allah SWT membalas mereka yang membuat makar memfitnah umat muslim sebagai teroris, sehingga dengan makar itu manusia menjadi enggan menerima kebenaran Islam. Sebagaimana Allah SWT pernah melindungi Nabi Isa AS dari kejaran Bani Israil (kaum Yahudi) dan Allah SWT membalas tipuan yang hendak mereka perbuat terhadap Nabi Isa AS. Dan itu mudah saja bagi Allah SWT, Allah Maha Perkasa dan Maha Mengetahui.

“Orang-orang kafir itu membuaat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (QS. Ali Imran: 54)

Advertisements

One thought on “Since we are muslims, we are not a terrorist.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s