Mekar Kuncup

Banyak sekali berita bahagia menghadiri ruang udaraku. Mulai dari orang jauh sampai dari yang dekat. Ada kesamaan diantara keduanya. Mereka percaya pada doa. Tak terlisankan dalam publikasi media.. Tak tertandai ratusan gambar jempol yang katanya mengamini, apalagi.. Tapi akhirnya kedua jiwa itu menyambut pertemuannya setelah lama tersimpan dalam lauhul mahfuz. Aku bertanya pada Allah Swt. apakah rahasianya? Sehingga senyap alam dunia ini mengabarkan kuncup-kuncup perasaan yg mereka miliki, namun dikemudian hari datang dengan lantang dan tegas kabar gembira kuncup-kuncup perasaan itu telah mekar berbunga. Mewangi harumnya ke segala arah penjuru.

Sejenak teringat banyak muda-mudi umbar perasaan –ya itu aku termasuk di dalamnya. Dada mereka busung membanggakan puisi cinta nan mendayu-dayu mendapatkan banyak apresiasi –ya kadang itu aku termasuk di dalamnya. Jauh dari itu, sebenarnya semua puisi itu kosong makna –ya seringkali itu aku termasuk di dalamnya.

Kita perbandingkan keduanya. Satunya senyap bergerak. Satunya berisik tak bergerak. Manakah diantaranya yg sampai pada tujuan? Tentu yg bergerak.

Kini aku nasihati diri sendiri. Kisah ini membawa makna bahwa benar seperti kata novelis Tere Liye, “Dikatakan atau tidak itu tetaplah cinta”. Disisi lain aku menyaksikan bahwa ada istilah berbeda; menjaga dan dijaga, keduanya adalah bentuk sejatinya cinta.

image

Senin, 00.14 WIB
@Butas361

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s