Pilihan Ketiga

Aku tak pernah belajar banyak kecuali hanya tentang persaudaraan. Tak juga belajar banyak kecuali tentang bekerja bersama, atau pun kecuali tentang sikap patuh dan bersahaja. Mulai dr semangat membara, dari yang tak paham apa2, lalu aku akhirnya beranjak tempat. Banyak putih-hitam kusaksikan dan tersimpan sebagai pelajaran. Sebagian lain menjadi abu2 untuk tersimpan sebagai pertanyaan. Tapi bukankah keraguan itu tepi untuk terjun ke dalam banyak hal tak berarti? Aku tak berkata pangkal, sebab setelah ragu hanya ada pilihan sikap; ditinggalkan atau dikukuhkan. Tapi memang untuk sebagian orang, sepertiku, keraguan adalah pangkal. Kini sikapku tak putih dan tak juga hitam; tak menerima utuh dan/atau tak menolak penuh.

Aku berkaca, lalu hadir pilihan ketiga. Yaitu, beranjak tempat lagi dengan sebenar2nya. Hanya saja yang tak kuketahui adalah tempat mana yang paling benar untuk aku diami. Akhirnya, pilihan ketiga itu masih menjadi opsi. Entah apakah suatu saat akan kujalani untuk menjawab sendiri keraguan itu. Ya Allah Maha Pemberi Petunjuk, aku memohon agar Engkau menjukkan hidayah kepadaku. Aamiin.

Cibubur, 28 Maret 2016
13.20 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s