Kesabaran.

Bisakah aku seperti Nuh yang tak bergeming meskipun orang-orang tercintanya tak patuh?
Bisakah aku seperti Yunus yang terus bertahan sampai diuji dengan tiga kegelapan?
Bisakah aku seperti Muhammad yang tak putus menyalakan cahaya meskipun didustakan?

Akankah aku hanya jadi penoreh luka dalam sejarah, sebab kuakui aku terlalu banyak lelah..
Akankah aku hanya jadi penoreh luka dalam sejarah, sebab kuakui aku terlalu mudah marah..
Akankah aku hanya jadi penoreh luka sejarah, sebab kuakui aku terlalu suka merasa jengah..

Siang ini dalam agenda pekanan pengisian daya ruh, aku tersuruk oleh kenyataan. Seluruh emosi negatif yang mendorongku untuk bergeming dan menjauh beberapa waktu ini adalah satu macam rasa dakwah yang kuharus kecap dan cerna. Tak aku ingkari bahwa semua itu begitu greget dan sebal dijalani.. tapi, yang perlu dipelajari adalah harus صبر dan شكر ! Kini kunikmati Islam sebab Muhammad dan Sahabatnya tak pernah lelah bersabar dan senantiasa menikmati setiap syukur. Biarlah siang tadi menjadi sebab aku kembali menata kerangka sabar dan syukurku.

Kau takkan pernah tersuruk kecuali dengannya kau diharuskan terbangun.

Butas 361, 23.58 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s