Tears

Brader, kau tahu apa?

Berdoa tidak sesusah memecahkan rumus matematika berbahasa arab yang rumit nan menggemaskan. Berdoa hanya semudah menengadahkan tangan, merendahkan diri, dan berkata, “Ya Allah…aku hendak meminta kepadaMu lewat doa ini. Engkau pemilik langit dan bumi, sehingga tak ada doa yang tak sampai dan Kau tolak. Semoga Engkau memperkenankan”, kemudian mengakhirkan dengan ‘aamiin’ dan tawakkal. Sesederhana itu. Selebihnya doa adalah usaha. Seperti bagaimana kita meminta gaji kepada pemerintah, jalan yang ditempuh adalah mengabdi bekerja.

Memang terasa jauh dari afdhal ketika doa kita sebatas pada isi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tapi, bukankah Allah jua yang menciptakan berbagai bahasa? Sungut semut yang bergoyang-goyang untuk berkomunikasi saja dijamin Allah pahami. Lantas kita, manusia yang dianugerahi Allah kesempurnaan tata bahasa merasa berat berdoa?

Allah…ampuni…ampuni…ampuni kami.

Ya Allah, memang terasa janggal bagiku aktivitas menangis itu. Ia serupa sobekan pada sampul kertas yang telah mengkilap rapi membungkus buku. Tak seharusnya itu menjadi pemandangan bagi orang yang menggemari baca-membaca buku. Sobekan itu mengganggu, sungguh tak laik terpampang. Tangisan, airmata, dan beberapa sedu sedan yang menyeguk nafas dan ekspresi itu hanya melemahkan citra. Aku pikir wanita yang mengaku dirinya kuat tak perlu memiliki airmata, tak perlu menangis. Tetapi, setiap manusia tidak berlaku hukum selalu benar kecuali Rasulullah..ya, aku kuakui aku salah.

Airmata itu anugerah sendiri bagi wanita. Menurut gugel, terhitung ada hampir 3000 bahasa di dunia ini dan mungkin masih ada lagi di luar itu. Jika begitu, aku akan katakan airmata adalah bahasa urutan ke 3001. Wanita yang merasa tak butuh menangis, seolah ia mencacatkan bahasa dirinya sendiri.  Pada semestinya, kita wajib menyadari bahwa Allah memang baik dan kita patut bersyukur karena Dia menciptakan airmata. Maka malam ini, aku sambungkan patah-patah huruf untuk mengurai syukur yang panjang kepadaMu. Terima kasih atas airmata yang Engkau alirkan melalui otot-otot tipis dibalik mata. Hingga kemudian seringkali airmata itu menjelma jadi hal ajaib.

Memang, beruntunglah mereka yang dapat menangis karena takut akan adzab Allah. Hai, sistah dan bradah…kitakah mereka itu?

**)Fyi, fakta ilmiah menjelaskan airmata tidak sekadar berbentuk aliran air yang mengucur membasahi pipi saat menangis. Maha Besar Allah, airmata berfungsi lebih hebat dari itu. Ia melapisi mata agar tidak kering dan terhindar dari kotoran yang hadir. Berani nangis?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s