Permata Memorial.

Last breakfasting di Ramadhan tahun ini dibingkai oleh nikmat Alloh Swt. Alhamdulillah wa syukurillah. Tahun lalu, momen seperti ini masih berbalut duka. Tahun ini, memori itu menyingkap balutan kenangan menjadi sepercik haru yang menyulut sensasi kehilangan.

Kau tahu? Aku pernah melempar pertanyaan agung setelah menonton film yang kisahnya adalah sebuah keluarga kecil memilih pindah rumah akibat tak kuasa menahan perihnya kehilangan anggota keluarga kesayangannya, mengapa bisa demikian? Aku tahu, memang begitulah rasa sesaknya. Inchi dan senti menjadi pelatuk otomatis yang berulang menayangkan kenangan bersama itu. Siapa yang tahan? Ada. Bisa. Namun kurasa memang tak mudah. Akhirnya, semuanya tersimpan kembali menjadi permata. Perhiasan memorial yang berharga

Cibubur,
Tue, Jul 5th 2016, 21.10 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s