Mawar.

image

Maaf..sepertinya aku tak lagi bisa mempertahankan semerbaknya mawar yang sedari awal kita tanam.

Kebun yang sedari awal subur sudah kehilangan nutrisi kehidupannya.

Atau, barangkali karena sudah terlalu banyak perdu yang mengambil tempat.

Tapi aku tahu, rezeki Alloh amat lapang..sehingga rasanya bukan itu jawabannya.

Akulah satu-satunya penyebab kegersangan ini.

Ditambah perdu.

Ditambah kemarau.

Ditambah angin kering.

Ditambah gagalnya hasil persilangan telah menjadikan mawar yang tumbuh di atas kebun ini tak lagi berduri.

Hanya ada getah dan bulu-bulu halus, menggantikan efek jera hanya berupa rasa gatal.

Maaf, kawan, sementara ini (sampai waktu yang tak ditentukan) kebun mawarku sudah aku kubur dalam-dalam.

Tapi kita masih dapat berjumpa maka kuharap kau maklumi keputusanku saja dan mendukungnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s