Buat Apa?

Kita selalu memilih meninggalkan dan ditinggalkan. Buat apa bertahan? Buat apa mempertahankan?

Kita selalu memilih berbuat salah dan mepersalahkan. Buat apa benar? Buat apa membenarkan?

Kita selalu memilih kecewa dan mengecewakan. Buat apa puas? Buat apa memuaskan?

Dunia ini menjadi paralel, kawan.
Saat menyerapah pada yang lain, kita hanya menyerapah pada diri kita sendiri.

Dunia ini menjadi paralel, kawan.
Saat menyerah pada yang lain, kita hanya menyerah pada diri kita sendiri.

Dunia ini menjadi paralel, kawan.
Saat mengharap kepada yang lain, harapan itu untuklah diri kita sendiri.

Dunia ini sudah menjadi paralel, kawan. Kau seharusnya lebih tenang. Akan tetapi, kita memang makhluk penuh emosi gegabah dan nafsu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s