Jenuh.

Sekarang aku percaya pada cerita pencarian iman yang bertemu pada keislaman. 

Masih terasa asing dan sangsi bagiku saat mendengar cerita penemuan hidayah seorang manusia. Mungkin pada fitrahnya, kita akan merasakan jenuh terhadap ketidakbaikan yang memenjara. Merasa ingin melepaskan diri dan berlabuh menemui kesejukan sejati. Bahwa bukanlah selamanya membaur itu menyenangkan. Bahwa sekalipun kita menjatuhkan pilihan ke dalam pembauran, kita perlu banyak bersiap dan berbekal. 

Advertisements

5 thoughts on “Jenuh.

  1. membaurlah namun jangan terlebur. Prose’s yang kamu hadapi adalah tempaan untuk upgrade pribadi. Semakin tinggi tinggi spesifikasi dirimu, makan semakin canggih pula dirimu.

    • Shedap, mister anonim. Terima kasih banyak loh. Wkwk… Belum ada kapasitas utk mampu ngerangkul, mister anonim. Ngga ada kemampuan mempengaruhi, akhirnya cuman jdi potret manusia ngga berfaedah pas membaur. Kan sedih

      • sekecil apapun kontribusi seseorang akan memberikan pengaruh terhadap lingkungannya. Lihatlah baik-baik, dan lihatlah lagi. Jangan menyelimuti kesedihan dengan ketidakpercayaan diri. Bukankah Tuhan telah memberikan cerita melalui cacing? Menjijikkan, tapi manfaatnya luarbiasa.

      • πŸ˜€ terima kasih mister anonim.. saya merasa trmotivasi kmbl. Tpi sy mmg blm siap spnuhnya utk skrg ini. Terlalu sulit krn sy terlalu merasa ngg enak ketika harus mmbuat org lain menoleransi sy :p

  2. membaurlah namun jangan terlebur. Prose’s yang kamu hadapi adalah tempaan untuk upgrade pribadi. Semakin tinggi tinggi spesifikasi dirimu, makan semakin canggih pula dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s