Kedua dan Seterusnya

Menjelang pagi, selayaknya aktivitas tonton ulang stok video dihentikan. Kunci pintu. Matikan lampu. Tarik selimut. Dan tidur.

Ada satu hal yang mengganggu sehingga kini akhirnya tak tahan mengetuk layar seluler. Pandanganku hanya dapat melihat cahaya terang dari seluler, selebihnya gelap.

Ini tentang apa yang terlintas tiba-tiba di dalam pikiran. Sesuatu yang pernah aku katakan pada waktu yang sudah lama berlalu.

“Terkadang kita dipertemukan dengan orang dari masa lalu, entah sebagai hukuman atau anugerah”.

Sisa pikiranku yang lainnya sibuk menyambungkan bagaimana konteks ini bisa berlaku. Aku hanya mendapatkan kesempatan serupa pada waktu yang lain sehingga dibuat bekerja keras aku olehnya. Seperti saja momen-momen dimana aku nyaris selalu mengulangi apa yang dulu pernah tertinggal kesalahanku di dalamnya.

Aku yakin itu bagian darinya. Tapi, masih ada hal lain kuharapkan selain itu. Hal yang aku tak tahu bagaimana konteks ini bekerja padanya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s