Generasi (hilang) Santun

Kehidupan manusia mengalami banyak peristiwa. Ada hal baik, ada hal buruk. Keduanya selalu mengundang reaksi bermacam-macam bagi setiap orang.

Ketika hal baik datang, kemungkinan orang bereaksi untuk jumawa atau tawadhu. Ketika hal buruk datang, kemungkinan orang bereaksi untuk menggugat atau sabar legowo. 

Kita selalu menunjukkannya lewat ekspresi sikap atau minimal lewat perkataan.

“Alhamdulillah, hari ini saya bahagia” vs “Dengerin dong..hari ini saya sedang sangat senang karena bla bla bla”

“Astagfirullah” vs “A*jiiirr”

Entah sampai mana zaman ini telah bergerak. Bahasa-bahasa (perkataan) yang dahulu dianggap kurang ajar kini dilumrah-lumrahkan oleh generasi. Terkadang pada istilah tertentu tak lagi sungkan diucapkan tanpa sensor. Bagiku ini menyedihkan.

Pergaulan? Mengikuti zaman? Globalisasi?

Rasanya kita tak perlu sampai mencampakkan tata budaya yang lahir dari rahim ibu pertiwi untuk sekadar menjadi generasi up to date. Bahkan jika kesantunan dianggap barang yang kaku & konservatif, generasi ini tak mungkin akan terus langsung celaka ditabrak zaman. Kita hanya perlu bijaksana, kurasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s