Early morning activity.

Aktivitas pada sepagi hari ini (25/05) sungguh rempong. Bahkan, kerempongan ini sudah dimulai sejak semalam tadi. Apakah penyebabnya? Arisan.

YaaAllah, aku akan mencoba belajar memasak. Tolong bantu aku. Aku akhirnya menyadari bahwa se-enggak kompeten apapun perempuan untuk menjadi isteri, minimal yang harus dipunyai adalah semangat belajar dan dukungan suami. 

“Panggil tetangga aja, Ma buat masakin. Daripada nanti rasanya nggak karuan”, kata seorang suami kepada isteri. Sang isteri hanya menjawab dengan diam.

Aku bisa merasakan hati sang isteri merasa sedikit tersinggung. “Ah, memang gak bakat masak”, sang isteri bergumam di hadapanku setelah menyicipi hidangan eksperimennya sendiri. Aku hanya menatap jerih, waduh gimana dong aku juga gak bisa masak


Ayolah, para suami…

Dukunglah para isteri meningkatkan kemampuan memasaknya. Sama seperti kesenian, memasak juga butuh bakat dan potensi yang perlu ditumbuhkan.

“Yang ini kok belum jadi dimasak?”, tanyaku sambil menunjuk kuali besar berisi ayam kampung yang sudah diungkep sang isteri.

“Nanti aja nunggu Mama Nita yang masak. Nanti dimarahin lagi sama bapakmu kalau ga enak”.

Aku tersenyum simpul sambil terkekeh kecil kepada sang isteri yang tak lain adalah mamakku. Ya ampun jadi isteri begini banget dramanya yah…

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s