Memperkarakan Aduan

Kesalahan pertama yang selalu diciptakan manusia adalah mengingat makhluk terlebih dulu sebelum mengingat Sang Khaliq. 

“Aku sedih banget. Ingin segera bertemu si A dan mencurahkan isi hatiku yang gelisah ini. Aku butuh teman untuk mendengarkan”.

“Aku senang sekali karena hal X. Sudah nggak sabar menceritakannya kepada si B. Hatiku sangat berbunga-bunga.”

Aku menginsyafi diri sungguh-sungguh bahwa dua hal ini selalu terjadi. Apakah aku merasa sedih atau senang, aku selalu ingin segera menceritakannya pada teman terdekatku. Katarsis; orang bilang begitu.

Padahal semestinya pihak pertama tempat kita bercerita adalah Sang Khaliq. Dzat yang menciptakan segala, termasuk rasa-rasa yang sedang melanda kita saat itu juga. Maka sepatutnya jika kita bersedih, banyaklah bertaubat dan istigfar untuk melapangkan hati dari dosa2. Biarlah sebab kesedihan itu berkurang oleh kasih sayang Allah Swt. yang memberi keluasan ampunan. Maka sepatutnya jika kita bersedih, banyaklah bertawakal dan bertahmid untuk membahagiakan hati dari kejumudan. Biarlah sebab kebahagiaan itu bertambah dari sisi Allah Swt. yang kepada-Nya segala berpulang.

Berdoalah….

Beritakan segala perkaramu pada Rabb Maha Adil. Luaskan lisanmu bercerita kepada-Nya, menyebut-nyebut Asma’-Nya, mengagungkan-Nya. Mudah-mudahan yang demikian menjadi wasilah keimanan bagi kita. Aamiin allahumma aamiin.